Relaktasi (part 1)

Kehamilan kedua memang katanya berbeda dengan yang pertama. Demikian pula ketika si adik sudah lahir. Semua cerita menjadi cerita yang baru, dengan lakon yang baru :D

Waktu si Mas lahir, ASI saya baru keluar sekitar hari ke-3. Tapi meskipun sedikit, ASI itu bisa dikeluarkan. Walaupun gak sampai 10 cc. Si Mas yang ternyata kuning harus diberi cairan yang lebih banyak. Pumping dimulai. Keluarnya cuma 10 cc. Stressnya luar biasa. Akhirnya si Mas yang lagi difototerapi, dikasih air gula (dextrose) bukan karena takut kandungan sufor atau apa, tapi lebih karena gengsi. Supaya nantinya si Mas bisa ASI eksklusif (padahal sudah kena dextrose ya nggak eksklusif juga jadinya). Hari berganti hari, ketika si Mas sudah boleh pulang, kuning sudah berkurang, ternyata dirumah sering nangis dan terlihat lapar. Kalahlah gengsi ini, ya udah dikasih sufor aja. Dengan alasan kasian laper. Setelah beberapa hari, ketika produksi ASI mulai meningkat, dan mulai muncul kekuatan untuk meminumkan ASI saja, barulah konsumsi sufor dikurangi sedikit-sedikit.

Waktu si Mas lahir, saya kebetulan sedang sekolah pendidikan spesialis dan sekaligus S2. Sekolah spesialisnya saya cuti 2 bulan, tapi untuk S2 tidak bisa ambil cuti karena program khusus. Jadilah pasca melahirkan 14 hari saya sudah harus masuk lagi untuk mengejar ketinggalan materi selama ijin melahirkan. Bekas luka sudah jauh berkurang nyerinya. Tapi tabungan ASI belum ada T_T Maka saya kejar setoran. Karena pelajarannya cukup padat, dan 1 kali sesi bisa sampai 4 jam, selama meninggalkan si Mas dirumah saya cuma bisa pumping 2x. Dirumah mungkin pumping cuma 1-2x. Hasil pumping hari ini diminumkan untuk besok, dan seterusnya. Ketika si Mas usia 1 bulan, asiP saya tidak cukup lagi memenuhi kebutuhannya, si Mas lapar terus. Akhirnya kombinasi lagi lah dengan sufor sampai mas disapih usia 2 tahun.

Beda lagi dengan adik. Adik lahir juga sama dengan mas, melalui sectio, karena jarak antar kehamilan tepat 2 tahun. Karena sectio, saat itu dokter anak mengatakan tidak mungkin dilakukan IMD karena suhu di ruang operasi terlalu dingin, khawatir si adik akan hipotermia. Alhamdulillah, meskipun adik kuning tapi hanya kramer 2 dan tidak perlu difototerapi. Tapi memang beda anak akan beda ceritanya. Sejak adik lahir, adik seperti kesulitan untuk menyusu. Ditambah lagi memang sampai pulang (4 hari 3 malam) ASI saya belum keluar. Mau diperah seperti apa tidak ada yang keluar. Diinjeksi obat, minum suplementasi menyusui, rasanya tetap kering dan kempes. Sampai 1 hari dirumah pun masih sama. Setelah hari ke-2, baru produksi mulai perlahan-lahan meningkat. Tapi adik kenapa masih tetap sulit menyusu T_T

Ketika saya periksa 1 minggu setelah melahirkan, dokter anak tidak banyak berkomentar. Memang karena sulit menyusu, akhirnya adik saya berikan sufor dengan dot. Selain itu asiP juga tetap diberikan, dengan dot. Dot ini sudah saya pilih hati-hati sekali yang minimal resiko untuk bingung puting, karena dulu waktu si Mas minum dengan merk *vent dan me**la si Mas bingung puting, lalu saya ganti merk ini (co**tomo) tidak bingung puting, jadi saya putuskan untuk si adik tidak apa-apa minum dengan dot. Kata dokter anak waktu itu, adik keenakan pakai dot.

Meskipun begitu, tapi tetap adik saya berikan susu dengan dot. Karena kalau pakai sendok atau cup feeder malah tumpah semua. Ketika saya konsultasi dengan dokter anak yang lain, teman kakak, beliau berpendapat bahwa sepertinya ada tongue tie. Maka kemudian saya bawa adik ke dokter yang lebih senior untuk diperiksa, tp menurut beliau tongue tienya tidak seberapa, masih bisa dilatih. Kemudian saya diminta kembali keesokan harinya untuk menemui bidan konselor laktasi untuk berlatih menyusui.

Saat berkonsultasi dengan bu bidan, saya diinformasikan cara memposisikan yang benar supaya perlekatannya baik, selain itu cara memancing supaya adik mau membuka mulut yang lebar dan kapan puting dimasukkan ke mulut. Tapi selama 1 jam konsultasi, adik masih kesulitan tidak mau mengunyah. Alhamdulillah, sorenya dirumah, ketika dicoba lagi sendirian, untuk pertama kalinya adik bisa menyusui meskipun cuma sebentar. Strategi yang sama masih saya lanjutkan karena menyusunya masih belum adekuat: kombinasi sufor dan asiP dengan dot. Beberapa hari kemudian, karena dot co**tomo cuma punya 2, tapi stok di toko sangat sulit, akhirnya kami belikan lagi dot dengan merk tom*** tip**. Anehnya setelah minum kombinasi dengan dua macam dot itu, adik kesulitan lagi untuk menyusu :'(

Selama beberapa minggu berikutnya, adik kembali sulit menyusu, dan ASI saya mulai menurun produksinya meskipun terus dipompa. Memang saya tidak memompa setiap 2 jam, dan memompa di malam hari sangat sulit karena sambil menjaga adik yang sering terbangun-bangun karena hidung buntu. Akibatnya sekali pumping hanya bisa memproduksi 30 cc, dan saya semakin stress dan putus asa :'( Meskipun masih ada rasa tenang karena toh adik sudah biasa minum sufor, babysitter sudah ada dan lebih mudah untuk diri sendiri karena tidak harus memegang adik sepanjang hari, bisa bergantian dengan suami atau dititipkan yang lain karena adik minum sufor dengan dot. Saya bisa mengerjakan hal lain, mengerjakan tugas-tugas yang tertunda, penelitian yang sudah masuk deadline, dan lain-lain. Rasa gengsi seperti yang ada waktu si Masnya dulu? Sudah hilang sama sekali. Toh sufor bukan racun dan masih diperbolehkan untuk diberikan, begitu pikir saya saat itu. Ternyata anak kedua tidak menjamin keinginan untuk fighting untuk si bayi berlipat ganda, malah sebaliknya.

Konyolnya saat itu, sambil pumping 30 cc, yang terbayang dipikiran saya adalah cita-cita ingin pumping saat sudah masuk kerja nanti, tiba-tiba terbayang botol pumping yang sudah dibelikan suami, tas pumping yang baru beli warna ungu, tiba-tiba teringat teman yang melahirkan hanya berjarak 1 bulan tapi bisa menyicil tabungan asiP berbotol-botol… Ahhhh masak sudah susah payah pumping hanya bisa 1 bulan. Masak si Mas dulu bisa ASI 2 tahun, adiknya tidak bisa. Masak perlengkapan pumping saya sia-sia.. T_T dan sayapun akhirnya termotivasi untuk relaktasi :D

 

(to be continue)

Spoiler: foto asiP hari ke-4 relaktasi

How being a mom change you

It’s been a month and half and my life is completely different by now, how I define happiness. Happiness is:

– kissing my son for the first time

– breastfeeding him

– succesfully bathing him

– make him calm when he is crying out loud

– chatting and laughing with my husband, which is become our quality time

– hug my son until he fall asleep

– pump enough milk for his food when I go to campus on the next day

and sadness is:

– when he cant sleep because he cant breath

– giving him sufor :(

Counting days

ImageSon, mommy miss you,

mommy wanna see your eyes, your face, your smile,

mommy wanna hold you tight, hug you, kiss you,

mommy wanna introduce you to ayah who’ve been talking to you every night,

mommy wanna show you the world

so, next weeks is the due date. do you want to meet us early? because it’s really okay. I think you’re ready, son.

– sincerely, waiting for you, mom and ayah –

Go away stretchmark!

Finally this is the last trimester, last week actually before the due date on October 2nd 2013.

Selama beberapa bulan terakhir saya rajin menggunakan krim anti strechmark merk Mothercare seharga Rp 129.000,-. Sediaannya sih ada dua yaitu krim dan oil, saya lebih suka beli yang krim karena yang oil sering lengket-lengket di tangan sehingga kalo habis mengoleskan masih harus cuci tangan lagi buat menghilangkan lengketnya.

 ImageImage

Sampai usia kehamilan sekitar 8 bulan, saya sudah menghabiskan krim ini sejumlah kira-kira 5 tube. Yaaah lumayan juga budget yang keluar, tapi worth it karena perut saya mulut tanpa strech mark, kecuali yang memang sudah muncul dari sebelum hamil dulu. Bodohnya, terlena dengan kemulusan perut ini, waktu krim anti strechmark habis, saya menunda untuk membeli lagi hampir sampai 2 minggu. Dengan usia kehamilan 8,5 bulan, otomatis area sekitar bawah pusar sudah tidak bisa dilihat lagi kecuali dengan cermin karena tertutup besarnya perut. Ternyata dalam 2 minggu itu banyak strech mark yang muncul di area itu, yang dulunya tidak ada!! T_T *nangis gulung-gulung

So, moms, jangan meniru kesalahan ini ya. Dalam waktu dua minggu saja kulit perut kita yang tadinya sudah elastis mungkin akan menjadi kurang elastis, dan kering, apalagi trimester ketiga baby suka nendang-nendang heboh jadi kulit perut akan semakin melar kemana-mana. Kalo nggak rutin diolesin krim atau lotion pelembab setiap habis mandi, otomatis bakal robek dong karena keringnya. Dan gatelnyaaaaa.. nggak nguatin!

Preparing for the “partus” :))

Hari ini usia kandungan adek di dalam perut sudah sekitar 23 minggu.. hmmm sudah saatnya kami survey lokasi tempat melahirkan yang oke. Di kota Malang ini sebenernya banyak rumah sakit bersalin yang tersebar dimana-mana. Tapi ada 4 rumah sakit yang saya udah incar dari beberapa bulan yang lalu buat dikunjungi.. dan hari ini kami mendatangi 3 diantaranya. Mau share tentang perkiraan biaya persalinan di tiga rumah sakit ini ya (harga per Juni 2013)… (image dari mbah google)

1. RS Hermina Tangkuban Perahu

rs-hermina-malangRuang VVIP

Persalinan Normal: Rp 11.511.250

Persalinan ILA: Rp 14.670.200

Sectio Caesaria/SC: Rp 22.660.000

Ruang VIP

Persalinan Normal: Rp 10.462.000

Persalinan ILA: Rp 13.395.900

Sectio Caesaria/SC: Rp 20.294.000

Ruang Kls I 

Persalinan Normal: Rp 7.914.000

Persalinan ILA: Rp 10.138.100

Sectio Caesaria/SC: Rp 16.338.000

Ruang Kls II  

Persalinan Normal: Rp 6.399.500

Persalinan ILA: Rp 8.125.000

Sectio Caesaria/SC: Rp 13.761.000

Ruang Kls III 

Persalinan Normal: Rp 4.887.500

Persalinan ILA: Rp 6.218.500

Sectio Caesaria/SC: Rp 11.095.000

 

– Tarif adalah perkiraan sementara

– Tarif termasuk perawatan selama 3 hari persalinan normal, 4 hari persalinan ILA, 5 hari sectio caesaria

– Tarif tidak berlaku jika terjadi komplikasi

– Tarif belum termasuk biaya obat-obatan, laboratorium, dan tindakan lain

– Persalinan dengan induksi/ drip: 1 ½ X persalinan normal

– Persalinan dengan steril/ MOW: 2 X persalinan normal

 

2. RSB Husada Bunda Ijen

husadabunda

Kelas VIP

Persalinan Normal: Rp 7.500.000

Sectio Caesaria/SC: Rp 20.500.000

Kelas I

Persalinan Normal: Rp 6.500.000

Sectio Caesaria/SC: Rp 17.500.000

Kelas II

Persalinan Normal: Rp 4.500.000

Sectio Caesaria/SC: Rp 12.500.000

Kelas IIIA

Persalinan Normal: Rp 3.500.000

Sectio Caesaria/SC: Rp 9.500.000

Kelas IIIB

Persalinan Normal: Rp 2.500.000

Sectio Caesaria/SC: Rp 8.000.000

 

– Perkiraan biaya persalinan sudah termasuk dokter SpOG, kamar, obat selama persalinan normal/ tidak ada penyulit

– Perkiraan tersebut belum termasuk jasa dokter SpA, Lab, Transfusi darah

 

3. RSB Mutiara Bunda Jln Ciujung

mutiarabunda

Kelas VIP

Persalinan Normal: Rp 7.500.000-8.500.000

Sectio Caesaria/SC: Rp 16.500.000-19.000.000

Kelas I 

Persalinan Normal: Rp 6.500.000-7.500.000

Sectio Caesaria/SC: Rp 13.500.000-16.500.000

Kelas II

Persalinan Normal: Rp 5.500.000-6.500.000

Sectio Caesaria/SC: Rp 11.000.000-13.500.000

Kelas IIIA

Persalinan Normal: Rp 4.000.000-5.500.000

Sectio Caesaria/SC: Rp 8.000.000-10.000.000

Kelas IIIB

Persalinan Normal: Rp 3.000.000-4.000.000

Sectio Caesaria/SC: Rp 7.000.000-8.000.000

 

– Persalinan normal dan sectio caesaria selama 3 hari

– belum termasuk dokter spesialis anak dan lab

– tarif akan berubah bila terjadi persalinan vacuum dan letak sungsang, perdarahan dan infeksi, persalinan dengan drip serta bayi kembar

Satu lagi RSB yang belum sempat dikunjungi adalah Melati Husada jl. Kawi. Next time maybe :)

Semoga bermanfaat ya.. :)

Pake krim anti stretch mark yang mana?

Bumil manapun pasti pernah khawatir kalo nanti saat perut semakin membesar akan muncul stretch mark. Apaan sih stretch mark? Nggak usah dibahas ya, bisa dibaca sendiri disini.

Awalnya saya pikir di usia kehamilan 4 bulan belum perlu pake stretch mark cream. Kebetulan saya join grup di BB yang isinya mommy2 gaul yang lagi hamil atau sudah melahirkan. Temen-temen seangkatan sendiri sih, jadi kisaran umur kita sekitar 24-26an gitu :)) #mahmud
Eh ada salah satu yang nanya, merk yang bagus apa mom. Akhirnya di grup rame diskusi tentang merk-merk krim. Beberapa yang dibahas antara lain:

1. Glyderm
Merk ini udah banyak iklannya dimana-mana, katanya sih bisa menyembuhkan stretch mark. Kalo bisa menyembuhkan biasanya bisa buat mencegah dong :) temen saya ada yang rutin memakai ini sejak hamil 5 bulan (sekarang lagi hamil). Glyderm ini isinya 125 ml bisa untuk hampir satu bulan. Tapi tergantung pemakaian dan luas permukaan yang diolesi sih. Harganya 135.000-150.000. Karena sekarang masih proses pemakaian, jadi belum tau hasilnya. Tapi ada juga yang berhasil dgn sukses gak muncul sama sekali stretch mark di perut.

20130412-133437.jpg

2. Oriflame anti stretch mark cream
Naah..kebetulan yang jualan ini memang agen oriflame :)) temen saya ini mulai pake krimnya sejak awal kehamilan, hasilnya perutnya muluuss tanpa stretch mark. Dengan harga sekitar 200ribu (kalo lagi promo), krim isi 250 ml ini bisa tahan sampai 4 bulan. Tapi sekali lagi tergantung pemakaian sih.

20130412-133923.jpg
Googling cuma ada foto yang 150 ml.

3. Momilen stretch mark cream
Harganya 30-35ribu, nggak tau isi berapa ml dan tahan berapa lama.

20130412-134435.jpg

4. Mustela anti stretch mark cream
Harganya sekitar 250.000 tapi nggak tau berapa ml. Terkenal bagus. Tapi mahal. -_-

20130412-134536.jpg

5. Mothercare anti stretch mark cream
Nah ini saya akhirnya beli ini. Alasannya? Karena sering aja ngelewatin tokonya waktu ke TP dan suka ngiler liat barang-barangnya yang lucu #pentingbanget :))

20130412-134715.jpg
Belinya di beibiku malang, harga 149.000 isi 150 ml. Aromanya kayak biskuit roma kelapa! Hahaha :)) karena barusan dipakai 2 hari dan usia kehamilan juga masih 14 minggu jadi blm bisa kasih testmoni ya :)

6. Olive oil merk apapun

Kata temen saya, yang paling penting adalah lokasi mengoleskan krim yang benar!! Yaitu:
1. Perut
2. Pinggang samping
3. Selangkangan
4. Paha bagian dalam
5. Bokong
Banyak yang cuma mengoleskan di perut, perutnya mulus sih, eh tapi ternyata di pantat dan paha banyak stretchmarknya :( dan kalo menurut saya, apapun pilihan merk dan bahan yang dikandung didalamnya, yang penting harus niat dan telaten ngolesinnya! Karena banyak lho itu yang diolesin, di bagian-bagian yang semakin sulit dijangkau kalo perut kita tambah gede. Soooo, semangat!!!

*special thanks to titik, iit, lina, anin, bundo, ecil, indah, maria

14 weeks and 5 days :)

20130412-131127.jpg

Hari ini perkiraan usia kandungan baby sekitar 14 minggu 5 hari, so far yang dirasakan selama trimester pertama:
– mual, alhamdulillah gak muntah-muntah
– nafsu makan turun banget :(
– makan jadi suka milih-milih, sempet kemarin selama 2 bulan sarapan cuma mau pake soto ambengan, sampe suami bosyeen :)) jamnya juga harus teratur, paling nggak pagi jam 8 udah sarapan. Begitu juga siang paling lambat jam 1, malam jam 7. Kalo telat langsung mual banget.
– berat badan turun satu kilo!! *ga tau seneng apa sedih
– masih nggak bisa bedain ngidam sm pengen biasa. Kadang2 mendadak pengen es dawet, es degan, rambutan, bakso, tapi masih dalam batas kewajaran, siang-siang gitu.
– badan pegel-pegel semua. Pengen pijet tapi gak brani.. Sempat browsing dan nggak bisa menemukan artikel medisnya, tapi banyak opini awam yang menyarankan sebaiknya selama kehamilan nggak usah pijet-pijet dulu.
– berusaha banget makan yang bervariasi antara ayam, daging, telor, ikan. Tapi akhirnya apa yang ada dan pengen ya itu yang dimakan.
– bawaannya pengen goler-goler di kasur terus, tiduuur melulu, gampang pusing dan lemes.
– males mandi!!! Hahaha. Dari sebelum hamil juga males mandi tapi ini lebih parah.
– jerawat dimana-mana. Literally. Nggak cuma di muka, tapi juga di lengan, paha, perut, dada, dimana-mana deh. Dan yang di muka ini..parah banget!! Udah disuruh facial tapi malesnya minta ampun :))
– perut nggak seberapa melebar tapi keliatan maju dikit (cowok? :P)
– nggak mood belajar. Ceritanya bulan lalu ikut ujian masuk ppds, tapi mood belajarnya udah hilang sama sekali. Untung sempat nyicil, dan akhirnya gak terlalu banyak baca-baca deh.

Yang jelas saya bener-bener berusaha menikmati kehamilan ini.. Kan udah ditunggu-tunggu tuh :)
Happy mommy, happy baby. Meski gak bisa menyangkal kalo perubahan emosi ini kadang bener-bener kerasa, terlalu seneng nangis. Sedih dikit, pengen mewek. Dan jadi banyak mikir gimana ntar strategi mengasuh si adek kalo udah lahiran, secara Ayah bakal kerja sekaligus sekolah, dan Bun juga keterima jadi ppds..
Bener-bener berusaha mensyukuri semuanya. Allah kan Yang Maha Mengetahui dan Maha Memberi. Ya Allah, kuserahkan sepenuhnya padamu, limpahkanlah hamba kemudahan-kemudahan ya Allah :)