vaksin untuk umroh

Tadi baru aja aku, suami, dan papa vaksin untuk keperluan umroh. Kami diinformasikan dari agen travel spy vaksin di bandara kota kami, bandara Abdurrahman Saleh, hari ini. Waktunya sudah ditentukan antara jam 8-3 sore.

Sampai di bandara kami lapor ke petugas bandara kalo sudah janjian vaksin meningitis, lalu diantar masuk (tetap melewati scan Xray) ke ruangan kecil di pojok dekat pintu keluar petugas. Lalu didalam kami diminta untuk melengkapi syarat2:
1. Form permintaan (diisi langsung disitu)
2. Fotokopi paspor
3. Foto 4×6 berwarna 1 lembar (70% muka dgn background putih)
Kemudian diukur tensi dan diberi penjelasan oleh dokter. Ternyata vaksinnya ada 2 macam, di lengan kanan atas vaksin meningitis, di lengan kiri atas vaksin influenza (yang ternyata nggak wajib, tp petugasnya mungkin lupa gak bilang). Kemudian diberi penjelasan standar vaksin (kalo bengkak dikompres, kalo demam minum paracetamol) trus disuntik deh.

Setelah selesai baru buku sertifikat vaksin dari WHO (warna kuning) diisi dan distempel2, trus ditandatangani petugas dan kita sendiri. Biayanya, untuk 2 macam vaksin Rp 260.000/orang (kalo vaksin meningitis saja 150ribu).

Jadi ingat terakhir kali vaksin udah lama banget, sebelum koas kira2 2 tahun yang lalu. Waktu itu vaksin Hepatitis B.

Ternyata stlh diinjeksi memang kedua lengan jadi pegel2 dan badan terasa nggak enak kyk mau sakit -___- Pantesan aja bayi2 kalo habis divaksin pada mewek2 dan rewel semua. Tapi ini semua adalah tindakan prevensi yg sangat penting, apalagi kalo lawannya adalah meningitis. Jangan coba2 nggak vaksin deh.

Ah iya, jd inget kenapa yg namanya vaksin meningitis ini lumayan kontroversial di kalangan masyarakat… Vaksin yg satu ini seringkali disebut2 mengandung babi. Padahal kan wajib buat umroh/haji. Akibatnya, banyak masyarakat yg secara ekstrim menolak vaksin atau malah mencari sertifikat tanpa melakukan vaksinasi. Pdhl, dgn melakukan vaksinasi, mengurangi kemungkinan kita untuk terserang meningitis, dan jika terserang, komplikasi yg terjadi akan jauh lebih ringan.

Sehubungan dgn itu, kemarin sempat baca sih, vaksin meningitis memang dalam prosesnya pernah bersinggungan dengan enzim babi, enzim ini sangat dibutuhkan untuk memutus2 rantai protein vaksin meningitis supaya bs teraktivasi. Setelah bersinggungan vaksin ini “dicuci” lagi sebanyak lebih dari 100.000 kali dan masih melewati proses yg sangat rumit. Jadi, insyaAllah produk akhirnya yang disuntikkan ke manusia tidak lagi mengandung zat2 dari babi. Karena dari awal memang tidak bercampur, hanya bersinggungan, dan setelah itu dimurnikan lagi sampai akhirnya menjadi vaksin meningitis yang saat ini dipergunakan.

So, be wise :)

One thought on “vaksin untuk umroh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s