Starting a new day

Alhamdulillah ternyata berjodoh dgn lab ini.. Mulai pertengahan april saya resmi diterima jd ppds neuro *yay :D
Pernah denger joke ttg ppds? Ada yg bilang jd ppds itu senengnya cuma waktu diterima aja.. Ahaha.. Jadi yaaa pas diterima nggak excited yg berlebihan, lebih banyak mempersiapkan mental buat apa yg akan dihadapi selanjutnya. Setelah penerimaan di fakultas dan dgn rektor, kami berlima diberi waktu 2 minggu untuk cari kos yg belum punya kos-kosan dan menyelesaikan semua urusan, sekaligus mulai tanya2 ke pascasarjana mengenai info double degree, dari jadwalnya, pendaftaran sampai biayanya. Ntar deh kapan-kapan disharing, sekarang lg gak bawa berkas2nya.

Anyway, kegiatan kami saat ini adalah magang ke senior di ruangan, memang fokusnya belajar pemeriksaan fisik, tapi pd prakteknya kami jg ikut belajar ttg penyakit2 di ruangan, terapi, dan administrasi yg harus dikerjakan misalnya saat pasien dtg dan pulang. So far sebagian besar sudah pernah didapatkan saat koas, tp krn sekarang posisinya udah beda (baca: yg pegang dan otomatis yg bertanggungjawab terhadap pasien) yaaah suasananya jd beda juga. Tapi alhamdulillah senior dan konsulannya baik2 bgt *peluk satu2 :D jd rasanya so far so gut laaah..

Di hari ke sekian ini, sebagai newbie, banyak kesan yg saya dapetin. Yang pertama, ternyata memang suasana belajar yg kondusif bakal memicu mood belajar yg oke (meski pd kenyataannya tugas juga gak digarap2 krn banyak distraksi hahaha). Yg kedua, sebagai dokter kita memang harus kreatif dalam menghadapi pasien. Kadang-kadang dgn sikap yang biasa aja udah cukup, tp kadang kita harus super sabar deh. Apalagi di neuro banyak pasien sepuh yg stroke, selain menguatkan pasien juga harus bisa mengedukasi keluarga untuk merawat pasien yg mungkin paraparese atau afasia. Pada pasien neuro dgn kelainan psikiatri, butuh ekstra sabar juga karena setelah diberi obat si pasien belum tentu membaik karena kelainannya tidak hanya organik tapi juga psikiatrik.

Ketiga, hal yang mungkin nggak saya sadari saat koas, dan mungkin karena efek hormonal bumil yg lebih sensitif juga sih, rasanya mengharukan banget melihat pasien dan keluarga yang setelah stroke harus dirawat 14-21 hari di rumahsakit lalu diperbolehkan pulang berterimakasih sekali padahal si pasien juga belum tentu bisa sembuh sempurna. Juga rasanya ikut sedih saat memberitahu keluarga pasien bahwa si pasien kemungkinan akan semakin memburuk kondisinya dan tidak ada lagi yang bisa dilakukan

Seiring dengan membesarnya perut ini (sekarang sekitar 21 minggu) moga2 kita diberi kesehatan ya nak, kemudahan, dan bisa memberi manfaat untuk orang lain. *kiss kiss perut
Dan moga2 tugas2 mama bisa cepet selesai semuaaa.. Yuk kembali ke laptop :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s